Kelemahan Sistem Reseller Pada Bisnis Online

Pengertian reseller yang saya maksud adalah seseorang yang mempromosikan produk dari website tertentu dan mendapatkan komisi (biasanya sekitar 50%) dari harga produk tersebut. Reseller Program merupakan cara memperoleh penghasilan tanpa memiliki produk sendiri.
Kalau dalam beberapa situs bisnis online di Indonesia, setiap member berhak mengikuti sistem reseller. Reseller program hanya digunakan sebagai tambahan saja dan jarang dijadikan sebagai produk utama.
Contoh cara kerjanya adalah sebagai berikut:
Ada sebuah website yang menjual ebook bisnis seharga 100 ribu, misalnya: www.caramenjaditrilyuner.com
(ini hanya contoh)
Saya memesan (membeli) ebook tersebut, maka secara otomatis saya menjadi membernya dan berhak mengikuti program resellernya. Untuk mengikuti program reseller, saya harus mengisi data rekening (nama Bank, cabang, normor rekening) di halaman reseller/member.
Sebagai reseller, saya mendapatkan URL (alamat website) khusus, yaitu: www.caramenjaditrilyuner.com?id=sanji
URL khusus inilah yang saya gunakan untuk promosi, entah itu di situs-situs iklan baris, forum, milis, dsb. Jika ada orang yang membeli melalui URL tersebut, maka dia membayar 50% ke rekening pemilik situs dan 50% ke rekening saya.
Saya hanya mendapatkan komisi jika pembeli itu membeli melalui URL saya, yaitu yang disertai: ?id=sanji.
Contoh-contoh iklan reseller:
sanjisan_iklan_bikinduit



sanjisan_iklan_uangpanas

Kelemahan Sistem Reseller seperti ini adalah:
1. Yang Diingat Pengunjung adalah Namawebsite.com
Jika ada orang yang tertarik dengan iklan yang saya promosikan, kemudian mengklik link saya (yaitu: www.caramenjaditrilyuner.com?id=sanji), lalu jika dia tertarik tapi belum bisa membeli pada saat itu, maka yang akan dia ingat atau dia catat adalah nama websitenya saja (yaitu www.caramenjaditrilyuner.com). Kecil sekali kemungkinan bahwa dia akan menambahkan ?id=sanji di belakangnya.
2. Reseller = Bekerja Untuk Orang Lain
Yang saya maksud orang lain di sini bukanlah si pemilik website, melainkan pihak ketiga. Jika ada orang membuka www.caramenjaditrilyuner.com atau www.caramenjaditrilyuner.com?id= (tanpa menyertakan ID) maka ID akan terisi secara otomatis dengan ID (reseller) milik pihak ketiga.
Pihak ketiga ini bisa berjumlah satu orang, atau beberapa orang yang dipilih secara acak (random). Biasanya yang menjadi pihak ketiga adalah orang dekat si pemilik website, entah itu istrinya atau tukang bikin webnya atau siapapun tergantung si pemilik web, karena dia yang menentukannya.
Seandainya saya mati-matian berpromosi tapi jika yang diingat oleh pengunjung adalah www.caramenjaditrilyuner.com, bukankah itu berarti saya mati-matian mempromosikan orang lain, yaitu pihak ketiga?
3. Benarkah ID Reseller Tersimpan Selamanya?
Jika ada seseorang mengunjungi URL saya (yaitu www.caramenjaditrilyuner.com?id=sanji), maka ID (username) saya akan tersimpan di komputernya untuk “selamanya” (katanya sih). Jadi jika lain kali komputer itu digunakan untuk membuka www.caramenjaditrilyuner.com maka yang terbuka adalah halaman reseller saya, meskipun dia tidak menambahkan ?id=sanji di belakangnya.
Tapi, benarkah ID saya tersimpan selamanya di komputer pengunjung tersebut? Kita tidak tahu pasti!
Bisa saja ID saya tersimpan di (Cookies) komputernya hanya beberapa jam atau beberapa hari, jika web-programmernya membuat demikian. Setelah habis waktunya, akan otomatis berganti menjadi ID pihak ketiga, (ini cuma salah satu kemungkinan lho).
4. Beda Browser = Beda Reseller
Seperti pada kasus nomor tiga di atas, jika pengunjung menggunakan IE (Internet Explorer) untuk membuka URL saya, maka ID saya hanya tersimpan “selamanya” di browser IE-nya saja.
Jika setelah itu dia membuka www.caramenjaditrilyuner.com melalui browser Firefox, maka sudah jelas bukan ID saya yang jadi resellernya.
5. Deep Freeze = Pembunuh Reseller
Seperti kasus nomor 3 dan 4 di atas, meskipun ID saya sudah tersimpan di komputer pengunjung dan meskipun dia membuka web www.caramenjaditrilyuner.com hanya menggunakan satu macam browser, tapi jika komputernya menggunakan Deepfreeze maka ID saya akan hilang setelah komputernya di-restart.
6. Logo Website Yang Merugikan Reseller
Jika saya melakukan sebuah trik, yaitu membeli domain sendiri (misalnya: akumaumenjadikaya.com) lalu domain itu saya redirect-kan ke URL reseller saya, apakah trik ini cukup bagus?
Jika seseorang membuka website http://akumaumenjadikaya.com maka yang terbuka adalah halaman website http://caramenjaditrilyuner.com?id=sanji. Trik seperti ini memang cukup bagus (kelihatannya sih), tapi akan sangat merugikan jika logo website-nya seperti ini:
sanjisan_caramenjaditrilyuner

Logo website yang “tidak fair” seperti di atas tentu merugikan. Percuma dong saya membeli domain akumaumenjadikaya.com kalau yang dicatat pengunjung adalah caramenjaditrilyuner.com. Karena nama domainnya tertulis secara jelas pada logo website-nya, tentu pengunjung akan melupakan domain saya, akumaumenjadikaya.com.
Pengunjung pasti lebih memilih (lebih percaya) website aslinya.
Ternyata masih banyak website dengan sistem reseller yang menuliskan nama domainnya pada logo website-nya, bahkan ukuran hurufnya dibuat sejelas (sebesar) mungkin. Kalau terjadi seperti ini, siapa yang dirugikan?
Jadi?
Apa pendapat anda tentang sistem reseller yang tidak fair ini?

Original Content by Sanji
http://sanjisan.wordpress.com/
cedonulfi_at_yahoo_dot_com
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. INFO BISNIS SCAM - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger