Penipu Berkedok Dokter Papua Yatim Piatu



Saya mau menceritakan pengalaman tante saya yang tertipu Rp25,8 juta oleh penipu yang mengaku dokter Papua yatim piatu, minta dicarikan jodoh karena mau pindah tugas ke Jakarta. Peristiwa itu terjadi pada tgl. 03 Juni 2012 dan 04 Juni 2012. Semoga ini menjadi pembelajaran bagi orang lain bahwa modus penipuan saat ini sangat beragam, bahkan meyakinkan karena diperkenalkan oleh saudara sendiri.


Cerita awalnya, tante saya dihubungi oleh sepupu yang tinggal di Yogyakarta yang mengabarkan kalau temannya semasa diklat, yaitu dr Gunawan dari Fak Fak, Papua bermaksud mencarikan jodoh untuk koleganya dr Irfan, yang juga bertugas di Papua dan tiga hari lagi akan pindah tugas ke RSCM, Jakarta. Lantas, sepupu ingat tante saya yang masih jomblo. Siapa tahu berjodoh, maka dia meminta ijin agar tante saya mengijinkan hpnya diberikan ke dr Gunawan.

Lantas dr Gunawan (hp 082153493444) menelpon mengabarkan kalau malam itu sedang di rumah dr Irfan untuk perpisahan kepindahannya ke Jakarta. Dia meminta ijin memberikan no hp tante saya ke dr Irfan. Tak lama, dr Irfan menelpon memperkenalkan diri kalau dia dokter spesialis penyakit dalam lulusan luar negeri dan sudah yatim piatu sejak kelas 6 SD. Singkat cerita, paginya, dr Irfan (hp 081342536843) menelepon tante saya lagi, mengabarkan kalau dalam perjalanan untuk pergi ke Jakarta dan saat ini sedang di BRI mau mencairkan uang hasil penjualan asetnya sebesar Rp750 juta. Dia minta pinjam nomor rekening karena tidak punya keluarga di Jakarta. Dana akan dikirim via RTGS, dalam dua atau tiga jam sampai. Ketika ditanya, mengapa dia percaya menitip dana ke orang yang baru dikenal lewat telepon, dia menyakinkan bahwa sebagai anak yatim piatu sejak kecil, dia menjadi sukses karena modal kejujuran dan komunikasi.

Kemudian, dia minta tolong dicek, apakah kirimannya sudah sampai dan minta tolong ditransfer Rp9,8 juta untuk Bambang (hp 085237868586) orang yang mengurus pembelian rumahnya di Cibubur ke rekening BNI Bekasi atas nama Yuliana (istri bambang) no. rekening 0251447452. Alasannya, Bambang tidak sabar menunggu kedatangannya di Jakarta karena harus segera ke bandara untuk mengantar istrinya yang hamil tua pulang ke Aceh. Orang hamil tua ada batas waktu bisa naik pesawat. Tante saya bilang,”dananya belum sampai.” dr Irfan meminta tolong ditalangin dulu karena Bambang harus segera ke bandara. Lagipula, dananya segera sampai.

Hebatnya, setelah dana Rp9,8 ditransfer, Bambang telepon kalau itu kurang, bagaimana dengan biaya notarisnya? dr Irfan kembali menelepon membenarkan kalau biaya notaris Rp21 juta..Minta tolong diurusin sekalian sebab kalau Bambang sudah terlanjur ke Aceh, dia repot karena dia pemegang kuasa dari pemilik rumah yang dibelinya. Kemudian, tante saya menginformasikan bahwa hanya ada dana Rp16 juta. Setelah mengesankan mengomunikasikannya ke Bambang, dr Irfan kembali menelpon ya sudah ditransfer saja, sisanya besok pagi tidak apa-apa. Bambang mau meminjami kekurangannya lebih dahulu. Meski bingung kayak orang bego, keluar masuk bank, tante saya akhirnya mentransfer lagi Rp16 juta ke rek BNI atas nama Yuliana.

Setelah itu, dia baru tersadar dan langsung meminta customer service membuka rekening atas nama yuliana tersebut. Dan, diperoleh info kalau BNI cabang Bekasi dan dananya sudah diambil. Tapi, bank menolak data detil nasabah karena harus pakai surat polisi. Sampai malam hari, dr Gunawan masih bisa diajak komunikasi oleh tante saya dan sepupu saya, bahkan menyakinkan dr Irfan itu benar, tunggu saja kedatangannya di Jakarta pada Kamis. Soal uang, dia bersedia ganti kalau Irfan bohong. Sedangkan hp penipu yang mengaku dr Irfan dan Bambang, langsung tidak bisa dihubungi begitu transfer dana yang kedua masuk.

Mereka ternyata sindikat penipu. Sepupu saya juga baru sadar bahwa dr Gunawan itu gadungan yang menggunakan data orang yang asli. Entah dapat data darimana? Mereka menyakinkan dengan bahasanya yang sopan, religius dan sepertinya berpendidikan tinggi. Triknya, mereka menghindari percakapan lama, sehingga tidak ada kesempatan bertanya jati dirinya lebih lengkap. Untuk masyarakat agar tidak jadi korban berikutnya, jangan pernah mempercayai permintaan mentransfer uang kepada orang hanya bicara lewat telepon. Dan, jangan percaya pada orang yang baru dikenal meski dia diperkenalkan oleh teman, saudara atau keluarga sendiri.

sumber: http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/07/05/waspadai-penipuan-modus-baru/
Share this article :

+ komentar + 3 komentar

29 Januari 2014 13.09

Terimakasih dan puji TUHAN saya tidak menjadi salah satu korbannya sang dokter penipu itu, karena tadi malam hingga tadi pagi dia selalu saja menelpon dengan modus yang sama....

15 Desember 2015 19.02

Hari ini saya hampir ketipu alhamdulillah banyak masukan dari temen ngakunya dokter dari maluku.

15 Desember 2015 19.02

Hari ini saya hampir ketipu alhamdulillah banyak masukan dari temen ngakunya dokter dari maluku.

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. INFO BISNIS SCAM - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger